Rabu, 28 Mei 2008

PEMBUKUAN BERPASANGAN

PEMBUKUAN BERPASANGAN

Pembukuan berpasangan adalah praktik standar untuk pencatatan transaksi keuangan. Proses pembukuan hanya meliputi pencatatan transaksi-transaksi ke dalam berbagai jurnal dan pemberian klasifikasi kode perkiraan buku besar (yaitu pengumpulan data keuangan mentah). Hal ini akan menjadi dasar untuk sistem akuntansi yang mengumpulkan dan mengorganisir data mentah menjadi informasi yang berguna.

Sistem ini didasarkan pada konsep bahwa suatu bisnis dapat dijabarkan dengan menggunakan beberapa variabel atau rekening, yang masing-masing menjelaskan satu aspek dari bisnis tersebut dari sudut moneter. Setiap transaksi memiliki 'efek ganda' yang akan dijelaskan selanjutnya.

Sejarah sistem ini telah ditemukan sejak abad ke-12, dan pada akhir abad ke-15, sistem ini telah dipergunakan secara meluas oleh pedagang dari Venesia. Kodifikasi sistem dilakukan pertama kali oleh Luca Pacioli, seorang karib dari Leonardo da Vinci, pada sebuah buku teks matematika terbitan tahun 1494.[1]

  1. Perkembangan Akuntansi dari Sistem Pembukuan Berpasangan.

Pada pembahasan sejarah perkembangan akuntansi diuraikan lebih lanjut mulai dari pengadministrasian dengan sistem pembukuan berpasangan sampai dengan sistem akuntansi atau mulai dari perkembangan Kontinental ke Anglo Saxon.

Perkembangan akuntansi sejalan dengan perkembangan organisasi dan kegiatan suatu usah, karena kehadirannya memerlukan pencatatan sehingga seluruh kegiatan akan tergambar didalamnya. Pada abad ke-15 seorang ahli Matematika berkebangsaan Italia Luca Paciolo telah menyusun buku tentang akuntansi dengan judul "Tractatus de cumputis at scritorio" buku ini berorientasi pada pembukuan berpasangan.

2. Perkembangan Akuntansi Dari Sistem Kontinentel Ke Anglo Saxon.

Profesor Robert Stelling berkebangsaan Amerika membagi perkembangan akuntansi tersebut dalam tiga tahapan.

  1. Tahapan Kesatu

Pada tahapan ini, ruang lingkup perusahaan masih kecil dan para pemiliknya sekaligus menjadi manajer perusahaan. Segala catatan mengenai perusahaan dikerjakan sendiri dan catatan ini bukan untuk kepentingan pihak luar.

  1. Tahapan Kedua

perusahaan yang dikelolanya akan menjadi lebih besar sehingga pengurusan segala yang terjadidalam perusahaan tak mungkin lagi dokelola sendiri. Pada tahapan ini, pencatatan akuntansi mulai diserahkan kepada orang lain yang sedikitnya menguasai akuntansi.

  1. Tahapan Ketiga

Pada tahapan ini sudah terjadi pemisahan ungsi secara tegas antara pemilik dan pengusaha.Pada awalnya, pencatatan transaksi perdagangan dilakukan dengan cara sederhana, yaitu dicatat pada batu, kulit kayu, dan sebagainya. Catatan tertua yang berhasil ditemukan sampai saat ini masih tersimpan, yaitu berasal dari Babilonia pada 3600 sebelum masehi. Penemuan yang sama juga diperoleh di Mesir dan Yonani kuno. Pencatatan itu belum dilakukan secara sistematis dan sering tidak lengkap. Pencatatan yang lebih lengkap dikembangkan di Italia setelah dikenal angka- angka desimal arab dan semakin berkembangnya dunia usaha pada waktu itu.

Perkembangan akuntansi terjadi bersamaan dengan ditemukannya sistem pembukuan berpasangan (double entry system) oleh pedagang- pedagang Venesia yang merupakan kota dagang yang terkenal di Italia pada masa itu. Dengan dikenalnya sistem pembukuan berpasangan tersebut, pada tahun 1494 telah diterbitkan sebuah buku tentang pelajaran penbukuan berpasangan yang ditulis oleh seorang pemuka agama dan ahli matematika bernama Luca Paciolo dengan judul Summa de Arithmatica, Geometrica, Proportioni et Proportionalita yang berisi tentang palajaran ilmu pasti. Namun, di dalam buku itu terdapat beberapa bagian yang berisi palajaran pembukuan untuk para pengusaha. Bagian yang berisi pelajaranpe mbukuan itu berjudul Tractatus de Computis et Scriptorio. Buku tersebut kemudian tersebar di Eropa Barat dan selanjutnya dikembangkan oleh para pengarang berikutnya. Sistem pembukuan berpasangan tersebut selanjutnya berkembang dengan sistemyang menyebut asal negaranya, misalnya sistem Belanda, sistem Inggris, dan sistem Amerika Serikat. Sistem Belanda atau tata buku disebut juga sistem Kontinental. Sistem Inggris dan Amerika Serikat disebut Sistem Anglo- Saxon2. Perkembangan Akuntansi dari Sistem Kontinental ke Anglo- Saxon Pada abad pertengahan, pusat perdagangan pindah dari Venesia ke Eropa Barat. Eropa Barat, terutama Inggris menjadi pusat perdagangan pada masa revolusi industri. Pada waktu itu pula akuntansi mulai berkembang dengan pesat. Pada akhir abad ke-19, sistem pembukuan berpasangan berkembang di Amerika Serikat yang disebut accounting (akuntansi). Sejalan dengan perkembangan teknologi di negara itu, sekitar pertengahan abad ke-20 telah dipergunakan komputer untuk pengolahan data akuntansi sehingga praktik pembukuan berpasangan dapat diselesaikan dengan lebih baik dan efisien. merupakan lawan dari kredit. Kode perkiraan (akun) jenis aktiva dan beban akan bertambah nilainya jika didebit, sedangkan kewajiban, modal, dan pendapatan akan berkurang jika didebit. Konsep ini dipakai dalam pembukuan berpasangan.

Pada Zaman penjajahan Belanda, perusahaan- perusahaan di Indonesia menggunakan tata buku. Akuntansi tidak sama dengan tata buku walaupun asalnya sama-sama dari pembukuan berpasangan. Akuntansi sangat luas ruang lingkupnya, diantaranya teknik pembukuan. Setelah tahun 1960, akuntansi cara Amerika (Anglo- Saxon) mulai diperkenalkan di Indonesia. Jadi, sistem pembukuan yang dipakai di Indonesia berubah dari sistem Eropa (Kontinental) ke sistem Amerika (Anglo- Saxon).

DAFTAR PUSTAKA

- Sejarah Perkembangan Akuntansi oleh Drs. Kardiman; Agus Suranto, S.Pd; Drs. H. Sudibyo. A. P 2007

- Herfin Rufiandi Sulthon, AMd. Ak D3 Akuntansi AAk Jember Lulusan Tahun 2007

- ^ http://acct.tamu.edu/smith/ethics/pacioli.htm

- Pembukuan berpasangan Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Tidak ada komentar: